December 16, 2013

Liburan Akta ke Malang (alone)


Bulan desember ini, saya dapat undangan dari Udiklat Semarang untuk mengikuti diklat selama seminggu. Wuaah…ini Akta gimana dong? Yaaa…terpaksa harus diungsikan untuk liburan di Malang selama hampir 5 hari. Hehehe…
Pisah sama Akta gampang gampang susah. Gampangnya itu ya dibikin gampang aja sih (maksa!) susahnya itu… saya sama Akta hampir ga pernah berpisah sejak dia bayi, mulai dari bangun tidur sampai mau tidur kecuali saat kerja. Dulu, saat Akta masih mau umur 1 bulan, saya sempat disuruh bobo sendiri sama orang tua…biar badan fit lagi, biar bisa istirahat, tidur ga keganggu tangisan ataupun harus ganti popok Akta saat dia pup/pepito (baca : pipis)…ee..bukannya malah tidur tenang, tapi malah gelisah mau nangis soalnya ga bisa pisah sama Akta, hahaha,,,ujung ujungnya ya ngrengek minta bobo sama Akta lagi.
 
Nah…untuk kasus ini beda, mau ga mau memang harus diliburkan ke Malang, sebenarnya kalo Mama ikut sih bisa juga, malah lebih enak bisa bawa Akta, tapi di Semarang bakal suntuk di hotel, dan kasihan mama kalo harus diem aja di dalam hotel, apalagi kalo nanti Akta rewel,,, rrr… jadi lebih baik doi ke Malang yang disana malah banyak temennya.
Akhirnya hari yang ditunggu tunggu datang juga, kami ke stasiun pagi-pagi karena kereta jam 8 pagi. Makin mendekati waktu perpisahan, saya makin rutin bisikin dan ngobrol tiap menit kalo Akta di malang ceria, happy, banyak makan, bisa bobo nyenyak. Bunda yakin Akta bisa ya sayang… respon Akta cuman melongo sambil ketawa ketawa aja, hehe…
Di stasiun saat berpisah..yaahh bundanya nangis..haha…Aktanya malah digendong opa liat kereta seneng banget T_T 

Alhamdulillah deh… mending saya yang nangis daripada Akta yang nangis. Hahaha… selama perjalanan ke Malang dapat info dari oma opa, Akta anteng di kereta, ga jalan kesana kemari, banyak ketawa, kalo bobo cuman minum air putih, di pukpuk punggungnya trus tidur nyenyaak. Subhanallah..minta dicium itu anak soleh :* 
 dan alhamdulillah di Malang, Akta super ceria, super happy, super banyak makan, super bisa bobo sendiri... hihi, malah bisa senyum kayak gini 
ahh...pas diklat dikirimin foto kayak gini jadi super melting, rasanya pengen keluar dari kelas trus ke Paragon (eeeh...salaaah,,,wkwkwk). 
kelar diklat, langsung cus balik ke Jogja, dan Akta sudah nunggu sambil bobo manis di rumah (akta sudah pulang duluan ke Jogja bareng oma dan tante Ajeng). deg deg-an saat dia bobo saya tawarin nenen, apa yang terjadiii...
ditolak sodara sodara
heheheee
saya pasrah aja, hehe,,,saya sadar posisi sebagai ibu bekerja ga bisa semua kondisi akan berjalan 100% perfect seperti yang kita inginkan, detik itu saya bilang ke Allah dan bisikin ke Akta kalo saya ikhlas, pasrah kalo memang harus di weaning saat itu juga...hehe... tapi apa yang terjadi sodara sodara 3 jam kemudiaaaan...
Aktanya nenen sodara sodara...rasanyaaa kayak terbang sampai langit ketujuh...hihi
oke oke..mari kita lanjutkan dunia pernenenan ini anakku sayang :* ailapyuukk 
nb. tapi sekarang malah doyan banget ngempeng T_T *kembali galau* 

salam, 
Rachma&Akta

December 12, 2013

Peringatan super halus dariNya


Beberapa bulan terakhir ini…kondisi hati lagi diobrak abrik, yang Maha Kuasa lagi menjalankan pion caturnya untuk mengingatkanku… (nulis ini ditemani suara lantunan ayat al-Quran malah bikin pengen nangis, haha). Dari mulai pribadi saya sendiri yang harus menurunkan standar kehidupan (belum siap nih), sampai masalah rumah yang belum kelar dan parahnya pribadi ini malah pengen ini itu buat rumah…xixixi
Sampai akhirnya, blog walking ini masuk ke pintu rumah tulisan mba Isma…tentang “rumah dan dapur impian”

Aku berpikir…impianku punya rumah sudah didepan mata, sedang dalam proses pembangunan dan akan segera take KPR (yeah…pake KPR aja bangga ya…hihi..tapi gpp..toh  semuanya berproses, daripada nungguin punya uang cukup…yang ada malah ga punya punya rumah sendiri)
Oke..back to reality… aku berpikir…rumah impian…gimana rumah impianku ya? Aku susun satu persatu dalam benak ini, rumah kecil yang bagus…yang halamannya luas, bisa ditanamin banyak tanaman, ditempelin anggrek…dan beberapa macam tanaman dapur (Lombok, jeruk, pandan, dsb), dapurnya cukup untuk tempat kulkas, oven, dsb… punya kompor yang bagus, meja makan yang ga terlalu besar tapi juga ga terlalu kecil. Kemudian, di rumah itu ada minimal 4 kamar, ada mushola, ada kolam ikan, ada gudang, ada tempat khusus untuk mencuci dan menjemur pakaian. Ada sudut ruang untuk suamiku saat dia harus focus di pekerjaannya (yak..bukan sambil tidur-tiduran atau malah kerja di depan tv L ), selain itu rumahku…aku pengen ada lemari buku yang bisa dijadikan perpustakaan mini untuk keluargaku.
Pas nulis ini sediih banget, ternyata aku belum detil dulu saat menyebutkan keinginannku…hiks… sedih..akankah ini bisa terwujud, atau seperti yang lain malah berlalu dimakan angin topan :(
Kalau diflashback…banyak sekali keinginanku yang dimakan angin topan, entah takdir atau memang nasib (lah..apa bedanya cobaaa) semua ada yang berjalan sesuai keinginan dan ada yang tidak. Impian ku dulu di selembar kertas yang berjumlah lebih dari 20 buah, yang aku bangga-banggakan pada dirinya sambil bilang “ini looo impiankuu” “aku pasti bisa…” dsb…kalo diingat ingat, sekarang baru terpenuhi beberapa…dan malah ada yang sepertinya ga bisa tergapai. Impian yang lain pun berasa susah sekali untuk digapai sekarang ini, karena saya ga sendiri lagi…sudah ada prioritas lain yang harus diutamakan, tapi prioritas tersebut pun sekarang menjadi berat saat dipikul L.  Kadang butuh support… ga hanya sekedar omongan, kadang juga butuh di action-kan dan dibantu. (yaah..makin nyesek aja kaan)
Yah..jarang jarang kan nulis di blog sedih begini..hihi..bingung mau ngomong sama siapa…kalau sudah berstatus serba salah lah mau cerita sama siapapun..hiihii..sama Allah sudah pasti, tapi kadang kalo belum cerita ke yang lain malah makin penuh sesak hari ini…
Bismillah…sekarang agak enakan..semoga nanti sore ketemu anak sudah hilang beban ini..sudah fresh lagi..dan siap melayani anak dengan keikhlasan lillahi taala J

October 31, 2013

Tips For Busy Moms

pagi pagi dapet ilustrasi (mm..ilustrasi bukan yah) gambar dari bobita wrap yang dishare sama friend di facebook...

ngena banget deh...
haha...



TIPS UNTUK BUNDA YANG SIBUK

1. Turunkan standar kebersihan dan kerapihan rumah.
2. Bila Anda tidak bisa mengubah mereka, maka ubahlah sudut pandang (perspektif) Anda.
3. Selalu sediakan banyak es lolipop di freezer.... (for me...it's big no no)
4. Rumah Anda tidak akan pernah terlihat seperti yang ada di dalam majalah. Sadarilah hal ini. Move on.
5. Nikmati kekacauan yang ada.
6. Suara berisik bahkan bisa menembus headphone? Ya.
7. Bila memiliki anak laki-laki, maka kamar mandi akan selalu agak sedikit beraroma 'pesing'
8. Jangan pernah membeli perabot rumah berwarna putih.
9. (Jangan lupa untuk) Bernapas. ( I DOOOOO)
10. Suatu hari semua ini akan terasa sangat lucu.
11. Tidak ada yang peduli pada apa yang ada di bawah tempat tidur. Tidak ada.
12. Makan cokelat (supaya nggak stres, red.)
13. Apakah Anda lebih senang mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri, menyuruh anak-anak melakukannya, atau mengikhlaskan semuanya? Bila 


Anda bingung harus memilih yang mana, lihat tips no.1

sumber: www.thenaturalparent.com.au


yes..poin pertama bener bangeet dan ngenaaa banget...

Sejak berdua sama Akta, standar kebersihan rumah sudah turun sedikit aka tidak harus mengepel rumah tiap hari... dari kecil karena sudah dibesarkan oleh orang tua pecinta kebersihan,,, menyebabkan saya suka dengan rumah yang bersih terutama rumah saya sendiri. tiap hari di pel dan disapu...wkwkwk... 
nah...tapi ini sudah berubah..daripada saya meluangkan waktu untuk mengepel lantai, lebih baik bermain sama Akta, atau ketika Akta bobo, saya lebih baik memasak/mencuci daripada mengepel...hehehe...tapiii tentu saja tiap weekend tetep harus nyapu dan ngepel...
mungkiin..kalo saya jadi FTM (Full Time Mom) ceritanya beda yaahh...hehe 


Selamat pagi...
Happy November Rain
Rain --> Hujan Rezeki barokah, melimpah, dan bermanfaat
amin amin amin


October 29, 2013

Only Akta and Bunda


Sudah resmi hampir dua minggu saya di rumah sendiri sama Akta. Berdua…berdua saja..meramaikan rumah kecil yang hangat karena cinta kami (nah lo..mulai melankolis..haha). Tiga bulan kemarin, ART kami memutuskan untuk pulang kampung karena anaknya hamil lagi,ooolalalaaa… saat dipamitin saya ucapkan iya iya saja sambil memutar kepala, bagaimana kehidupan saya selanjutnya. Hingga akhirnya hari itu datang juga, si emak ijin pamitan. Nangis kah? Ehehehe…iyaa…malam sebelum hari H saya nangis Bombay dipeluk suami (modus ini, moduuusss) tapi entah itu tangisan sedih atau tangisan atas semua luapan emosi selama ini. Akhirnya setelah ditenangin, diberitahu ini itu, dsb, Alhamdulillah mulai bisa mengontrol perasaan.

Sudah dapat ART barukah?
Belum 

Sejak emak memutuskan untuk pulang kampung, hal pertama yang dilakukan tentu saja menghubungi bala kurawa di Malang dan Mojokerto, meminta bantuan dicarikan orang untuk menemani saya di rumah ketika malam. Tapi seperti yang kita semua tahu, cari ART itu kayak nyari jarum yang paling tipis dalam jerami. Sekalinya dapet belum tentu cocok, sekalinya dapet dan cocok belum tentu lama. Subhanallah… saat semua sedang mencari ART, tentu saja saya juga mencari ART yang lain, sampai suatu hari ada mbak-mbak yang datang ke kantor u/ membagikan brosur daycare.
Ingatan saya kembali ke masa lalu, masa saat kehamilan, di saat saya dan suami memutuskan untuk menitipkan Akta di daycare saat kami kembali di Jogja. Dulu kami berdua sepakat untuk menitipkan Akta di daycare dengan alasan ini adalah jalan terbaik (sebelumnya saya sudah berkonsultasi dengan pakar, berdiskusi jalan apakah yang terbaik, dsb). Dan sekarang mungkin adalah waktu yang tepat. Saat si mbak-mbak daycare itu pulang, saya berceletuk ke temen saya, “apa ini yaa jawaban doa doaku saat meminta pengganti emak?”
Jadi,,, ketika emak memutuskan untuk pulang, beberapa minggu setelah itu saya juga memutuskan untuk menitipkan Akta di daycare. Daann dimulailah hari panjang kami berdua, Akta yang menjadi teman saya tidur, memasak, mencuci, mengantar laundry setrika, serta teman naik motor untuk ke daycare (hoho…jangan ditiru). Kadang saat saya cuci baju di kamar mandi (nyuci clodi plus baju baju Akta -_-) Akta tiba tiba nyelonong masuk trus duduk kadang main air, dan kadang yang bikin ketawa dia ikut ikut ngucek baju cuciannya…hahaha… sebel juga sih diikutin sampai kamar mandi, soalnya bakal lebih ribeett,, jadi kalo sudah seperti itu, aktivitas mencuci dihentikan dan diganti dengan bermain bersama di ruang keluarga. Hehehe…selalu seperti itu, dan harus seperti itu, mengalah untuk bermain…menghentikan aktivitas rumah sementara untuk bermain bersama Akta.
Alhamdulillah dikaruniain anak seperti Akta, anak yang aktif tapi anteng, anak yang cerdas tapi jahil. Hahaha… kadang kami makan bersama, kadang juga saya makan, dia main sendiri sambil mengawasi saya (laaa ini yang diawasi siaapaaa..kok saling flirting, hihihihi). Kalo makan bareng sama Akta paling enak makan nasi+keringan semacam nasi + telur rebus, nasi + brokoli rebus, dsb… berbagi nasi bersama di satu piring, kalo saya minum, dia ikut ikutan minum, saya makan eskrim? Errr..kadang ikutan juga (ga satu kaleng jugaaaa sih), kwkwkwkwk…

Begitulah sekarang, bangun pagi, bersih bersih rumah yang kadang Akta sudah bangun dan terpaksa di skip, mandi bareng, nyanyi nyanyi bareng, ganti baju bareng, sarapan bareng, nge-jus bareng, kemudian naik motor ke daycare, sorenya saya langsung pulang ke rumah, mandi, bersih-bersih, dan menunggu Akta datang ke rumah (saat pulang, saya pakai jasa antar  dari daycare, jadi ga perlu jemput, biar sempet mandi dan bersih-bersih, hihi). Malamnya, bermain bersama, makan malam bersama, membacakan buku dongeng (yang kadang jadi ajang tarik-tarikan buku sama Akta –abisnyaa mau disobeekk,,,, hihi- setelah Akta tidur langsung ngeberesin mainan, berrsihin rumah karena makanan Akta yang berantakan, langsung lanjut cuci baju, ngelipetin jemuran, dan diakhiri dengan membuat makanan untuk Akta buat keesokan hari, solat, dan tidur. 

my boy friend


Subhanallaah..banyaknyoo..hohoho..tapi Alhamdulillah semua lancar, dibuat se-enjoy mungkin, dan semenarik mungkin. Kadang kalo capek udah mau sebel aja bawaannya, tapi lihat Akta jadi kepikiran, pasti dia juga sama capeknya seperti saya, bedanya saya sudah tau kalo capek solusinya harus seperti apa…la Akta kalo capek bisanya cuman ngerengek dan gak tau harus kemana lagi kecuali dilampiaskan ke saya. Ini berarti saya yang harus lebih sabar, lebih mengerti, dan lebih inovativ (koyok perusahaan aee) dalam mengasuh anak. Hehehe…

Waktu ME TIME nya kapan???? Banyaaaak cara untuk ME TIME, jum’at sore setelah pulang kantor, atau saat Akta bobo di waktu weekend, hehehe walau kadang-kadang sudah booking ME TIME dulu ke pak bojo, kalo dia pulang saya mau senaam, hehehehe… buat saya senam itu ME TIME :p
WE TIME? Yaa ditelepon pak bojo saat malam hari, hihi… atau saat weekend nanti Akta bisa dititipkan sementara di daycare, kita berdua jalan dulu laah barang sejam dua jam J

Setiap selesai solat, gak muluk muluk mintanya, permintaan paling dasar adalah diberikan kesehatan yang melimpah untuk kami semua, kelancaran kehidupan, kesabaran yang berlimpah…kemudian dilanjutkan meminta rejeki barokah yang berlimpah ruah, dan meminta kelancaran berbisnis oriflame (eaa tetep yaa, hahahah) dan semoga pak bojo segera dipindah Jogja hihi. Buat yang baca ini, saya minta doanya juga yaa biar kehidupan saya semakin lancar,, heheheee…

Kapankah ini berakhir? Akankah dapat ART baru? Wallahualam…

Salam,
Xoxo
Rachma

September 4, 2013

GTM anak SEMI BLW (cerita Akta di 9 bulan)

Sabtu kemarin, akhirnya Akta dapat imunisasi campak di umur 9 bulan lebih sedikit, setelah bulan kemarin saat umut 8 bulan pulang dengan tangan hampa *sambil gendong Akta ding* dari rumah sakit
jadi, ceritanya saat 8 bulan, saya, Akta, dan emak pergi ke rumah sakit dengan niat nganter Akta imunisasi (tanpa tau mau imunisasi apaan, hihi). Biasanya sih saya cek dulu mau imunisasi apa dan mau ngapain aja...tapi karena hari itu hari kerja, abis pulang kerja cuuss ke rumah dan langsung ke RS tanpa cek ricek. Setelah sampai RS (alhamdulillah dpt no 1) dan ketemu dokternya, beliau tanya ; 
"mau imunisasi apa bu?"
"lupa dok...kalo umur segini apa ya?"
trus beliau bolak balik... "lo... ini sudah selesai, bulan ini ga ada iimunisasi"
"tapi kata dokter bulan kemarin, saya disuruh balik..apa mungkin campak ya?"
"kan masih 8 bulan bu..ibu salah denger mungkin"
eaaaaa
"trus hari ini ga ada imunisasi berarti?" timpalku
"ga ada bu..."
hihihi...keluar ruangan sambil ketawa ketawa, liat saya ketawa Akta ikutan ketawa ketawa...hahaha
Lanjut lagi...akhirnya setelah resmi 9 bulan, kita berangkat lagi, kali ini karena mau campak, dan imunisasi campak hanya ada di hari Sabtu, abang suami bisa ikut anterin kita *yeiy* *wink*. Di kepala sudah terbayang mau nanyain apa saja sama si dokter seperti gimana mengatasi anak kejang plus gimana nih balikin nafsu makan Akta yang 4 hari terakhir ga mau makan. Sehingga saya memutuskan untuk memberi titel bahwa Akta lagi GTM beneran. ihiikk.... *cry*
(Biasanya, saya cuek bebek aja kalo Akta gak mau makan 1 atau 2 hari, toh hal itu normal...nanti kalo lapar dia pasti makan, dan setidaknya masih nyemil buah. Tapi 4 hari tersebut si doi beneran ga mau makan, dikasih makanan dibuang, disuapin dibuang, bahkan sudah bisa melepeh makanan yang ditawarkan atau diambilnya sendiri *sad*. Belum lagi kalo makanannya masuk ke mulut, cuman dikunyah aja trus kemudian di wueeekk-dilepeh- *cry*.).
Saat bertemu dokter, saya sampaikan lah seluruh isi hati saya tentang GTM tersebut... 
"sudah makan yang kasar ya bu...untuk umur 9 bulan?"
"sudah dok" (dalam hati bilang, bahkan mulai umur 6 bulan kemarin Akta sudah makan makanan padat)
"bagus..."
"tapi dok...4 hari terakhir ini, Akta gak mau makan sama sekali, kalaupun mau cuman dikunyah trus dilepeh, gimana dok?"
"memang sih yaa...umur 9-10 bulan beberapa anak sudah mulai malas makan, biasanya disini ada 2 faktor. Pertama, memang si anak lagi ga mau makan, kedua, karena kesalahan orang tuanya"
"Maksudnya?"
"iya...ibu jangan pelit kasih bumbunya. Kita sendiri tau kan kalo makanan bayi itu ga enak, hambar... malah kalo makanan bayi sisa pasti ayah ibunya gak mau makan"
---abang suami langsung ketawa sambil mengiyakan dokternya, hihi---
"tapi biasanya saya kasih bawang putih sama merica kok dok, kalo bikinin Akta makanan"
"yaa...tapi divariasikan bu... Sekarang bayi sudah mulai bosan sama makanan yang bumbunya gitu gitu aja. Misalnya kita nih orang dewasa, selama seminggu disuguhi opor melulu. Hari pertama, opor ayam, besoknya opor telur, besoknya opor tahu, besoknya opor tempe"
"hahahahaa...." abang suami sama saya ngakak maksimal
"bosen ga bu kalo gitu? atau hari ini cah kangkung, besoknya cah bayam"
aku sama abang suami ngangguk ngangguk....

Dan PR sekarang adalah setiap hari saya memutar otak untuk berpikir "masak apa ya besok buat Akta" :)

Keesokan harinya saat pagi saya tawarin buah buahan seperti biasa, alhamdulillaah Akta mau makan, mau megang dan mau dimasukin ke mulut tanpa dilepeh...itu sudah suatu tanda positif untuk saya. 
Untuk makan pagi saya masakin spagheti saus tomat (saus tomatnya homemade tapi gagal total). walaupun gagal total teteup saya campurin ke spaghetinya biar ga hambar, alhamdulillah yaaa..walaupun pake acara diskusi panjang lebar sama Akta untuk duduk tenang selama 5 menit (silahkan bayangin gimana diskusi sama anak umur 9bulan,hihi). Awalnya dia tertarik liat saya masukin spagheti ke mulut dan ikut-ikutan, tapi pertama diambil sama dia dibuang sambil wajahnya nahan rasa asem saus tomatnya (hahahaaa), tapi kemudiaaan Akta mau masukin beberapa spagheti dan makaroni ke mulutnya ditambah dengan nempelin saus tomat ke baju saya dan celana dan rambut  saya. Setelah itu kami pake acara ketawa ketawa berdua pas saya ketawain rambut dia yang penuh spagheti dan saus tomat *ketawahambar* *smile* *wink*.
Untuk makan siang saya sajikan nasi plus telur rebus. Kemudian kami duduk di lantai kayak sepasang kekasih yang lagi lempar-lemparan nasi *cry* alias Akta duduk sambil ambil nasi pake tangan trus ditempel ke tembok, ditempel ke rambut saya, plus ditempel ke lantai *huaaa...kebayang deh gimana rempongsnyaaa* tapi alhamdulillah beberapa butir nasi dan telur rebus masuk ke mulutnya. Dan ternyata saya baru tau, kalo Akta makan putih telur rebus bisa 20 menit sendiri dihalusin pake mulutnya...Jadii acara makan siang ini ga bisa diperpanjang, langsung saya stop meskipun Akta masih ngunyah putih telur...biarlah dia menguyah putih telur sambil mainan ^^
Untuk makan sore, saya sajikan nasi plus brokoli. (hahaha, jujuurr miris juga loh nyajiin makanan ke anak cuman beginian doang, tapi ya mau gimana lagi...daripada masak dari pagi tapi ga dimakan, jadi saya masak yang cepet tapi bergizi aja deh). Alhamdulillah pas liat brokoli, Akta seneng banget, yang dimasukin duluan brokolinya (seperti biasa)...hehe...

sayang seribu sayang, acara makan hari itu ga ada yang motret... pas makan spagheti saus tomat, abang suami malah bobo :( pas makan nasi plus telur rebus, beliau juga bobo siang :(, pas sorenya makan nasi brokoli, beliau juga lagi mandi :( hiikkss... kasian amat ya eke...

Kesimpulannya : anak sebenarnya ga minta makanan yang aneh aneh sih..cuman mereka pengen seperti kita orang dewasa. yang hari ini pengen makan bakso, eehh besok nya pengen empek" atau sate. Yup...mereka cuman mau variasi bumbu dan variasi makanan yang lain ^^. Walaupun saya tiap hari masakin Akta bahan makanan yang berbeda, tapiii bumbunya teteup BP (Bawang Putih) dan merica, lama lama di deseee bosen juga. 


saat Akta umur 8 bulan *foto lama*

Umur 8 bulan, saat belajar mencocol, dan belum dimulai lagi sekarang. Khusus mencocol, pelajaran ini harus ekstra sabarnya :(

Terimakasih sayangku Akta, sudah mengajarkan bunda tentang arti variasi  makanan. Walaupun ini simple, walaupun ini hanya sebuah masakan, yang dari awal bunda anggap remeh, tapi ternyata bunda masih harus belajar banyak untuk menjadi lebih baik.*wink*

Nb. Judulnya semi BLW...kenapa? karena, Akta dari 6 bulan sudah makan sendiri, tapi pas usia 7,5 bulan si doi minta disuapin, sehingga sampai sekarang kami suapin dia, namun saat Akta ga mau makan, maka kami tawarin dia untuk makan sendiri ^^. Nah...karena itu juga, Akta sejak awal MPASI tidak pernah makan bubur lembut... GTM ini saya kasih solusi untuk variasi menu dan variasi menu tersebut makanan padat semua (bukan nasi tim dsb). Jadi mohon maaf kalo ada yang nyangkut disini *mungkin search google* saya belum bisa kasih solusi untuk GTM anak SF (spoon feeding) yang notabene dari awal MPASI masih bubur :)
terimakasih ^^

salam,
rachma
xoxo

August 27, 2013

Waktu Berjalan...

Waktu berjalan...
Bener bener cepet banget 

Sudah 9 bulan sejak November 2012 kemarin, saya menjadi seseorang yang dibutuhkan oleh makhluq kecil.
Bukan...bukan dibutuhkan, tapi saya yang membutuhkannya.

Membutuhkannya mengantar saya ke surga, 
membutuhkannya untuk menjadi penyemangat saya bangun dipagi hari, 
membutuhkannya untuk membantu saya menjadi orang yang lebih baik lagi dan lebih positif lagi, 
membutuhkannya untuk membuat saya menjadi seseorang yang berarti bagi dia...

yaa...saya membutuhkan dirimu, malaikat kecilku, penjaga hatiku, berlianku yang soleh ^^
Kanzie Alhumam Abyakta ^^ 

umur 0 bulan

August 20, 2013

Lucky Me, My Precious's going to 9M

Hm...bener kata orang orang..kalo punya anak kecil pasti yang namanya waktu ga kerasa, tau tau udah segini aja...segitu aja...dan begini begitu...

Mirip seperti saya, punya Akta kayaknya baru lahir kemarin, ee besok tanggal 22 Agustus sudah 9 bulan aja (lucky me). Saat nge-sort foto-foto buat dicetak dan dimasukin album foto khusus Akta, saya mengingat ingat dia sudah bisa apa aja dan sudah ngapain aja yaa selama 9 bulan ini..hihi

So, i made this...



Akta
Umur 1 bulan traveling Malang-Mojokerto
Umur 2 bulan main ke Jatim Park
Umur 2.5 bulan traveling Malang-Yogyakarta
Umur 3 bulan traveling Yogyakarta-Semarang
Umur 3 bulan renang
Umur 4.5 bulan sudah tengkurep
Umur 5 bulan sudah tengkurep bolak balik
Umur 5 bulan lebih sudah bisa duduk tegak (didudukan)
Umur 5 bulan traveling Yogyakarta-Mojokerto
Umur 6 bulan sudah mau makan sendiri. Kesukaan BROKOLI ^^
Umur 6 bulan traveling Yogyakarta-Magelang (WAISAK), Yogyakarta-Semarang.