baca juga : menjelang kelahiran Kani
H-1 Kani lahir, tanggal 13
Agustus 2016
Mas pulang lagi ke Malang hari
ini, dan Kani masih belum ada tanda
tanda mau keluar dari rahim, dan intensitas Braxton
hicks juga masih jarang. Padahal kalau diingat ingat saat perjalanan Jogja
Malang satu minggu yang lalu saya berasa sudah mau lahiran, hehe. Siangnya,
kita pergi ke dokter Nirmala di Hermina Tangkubanperahu, ini baru pertemuan
kedua, tapi saya sudah cocok sama dokternya, murah senyum, sabar dan ga sok sok
tahu ^^. Masih ingat banget saat pertama kali kontrol, saya tanya beliau posisi
bayi saya anterior atau posterior, dan beliau tanya “ibu dokter atau bidan ya?”
hehe. Saat dicek lewat USG 3 dimensi, saya kaget karena keadaan bayi ada
lilitan di leher, tapi katanya masih lilitan satu longgar, jadi kemungkinan
besar masih bisa normal, dan mungkin ini penyebabnya Kani tak kunjung lahir.
Selain masalah lilitan tadi, air ketuban, posisi bayi semua bagus dan siap buat
lahir. Awalnya dokter Nirmala menawarkan obat induksi, tapi saya tolak karena
masih ada beberapa hari lagi menuju HPL, dan beliau juga menunjukan muka
menyesal sudah menawarkan karena sebenarnya masih ada waktu buat bayi Kani
lahir dengan prosesnya sendiri. Jujur, kaget dan sedih saat dibilang ada
lilitan, karena selama hamil Alhamdulillah semua berjalan lancar, tapi kenapa
pas mau deket HPL (16/17 Agustus 2016) malah ada lilitan di leher.
Begitu kelar kontrol, saya dan
suami langsung melipir ke Mall samping RS, beli peralatan perineum massage seperti sarung tangan, dan gel (lupa namanya). Rencananya
saya minta di perineum massage, siapa
tau seperti si kakak dulu, setelah perineum massage jadi ada tanda tanda
persalinan, hehe. Dan saya juga whatsapp kakak Pembina yang usianya mentok di
17 tahun (haha), aka bidan yessie, pemilik Bidan Kita, cerita tentang kondisi
Kani yang sudah 39w lebih, tapi tak kunjung lahir dan sekarang ada lilitan,
balasannya singkat, “nanti malam telpon ya”. Malamnya saya telepon beliau, dan
Alhamdulillah kata kak Yes, “tenang aja, tali itu panjang kok, apalagi lilitan
satu masih longgar. Wes sabaro, tenang aja, bayimu tau kok kapan harus lahir. Dan
betul memang, kalo ditawari obat induksi jangan mau selama belum ada pembukaan,
karena nanti bisa memancing intervensi yang lain.” ALHAMDULILLAH SIP. Kelar
telepon, saya melakukan induksi alami seperti makan buah, pancing dengan hal
yang lain, ga lupa duduk terus di gym ball, dan lanjut perineum massage. Trus
ALHAMDULILLAH
